Smart Home System, Rumah Pintar Saat Ini
Rumah pintar telah menjadi semakin terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari selama beberapa dekade terakhir karena munculnya smartphone dan semakin populernya teknologi IoT. Kegiatan yang awalnya tampak seperti mimpi, seperti mengendalikan pemanas melalui aktivasi suara, kini menjadi mungkin dan menjadi kenyataan bagi banyak orang melalui teknologi IoT dan rumah pintar (juga dikenal sebagai rumah pintar IoT). Tidak hanya itu, dalam hal ini, sejumlah besar perangkat rumah tangga yang didukung oleh teknologi IoT, termasuk termostat, lemari es, sistem keamanan, dan lebih banyak perangkat akan ditambahkan di masa mendatang dengan fungsi yang lebih cerdas. Untuk mengetahui lebih jauh tentang teknologi ini, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.
Smart Home System + IoT

Smart Home System sebenarnya merupakan perwujudan dari rumah berbasis teknologi. Teknologi tertanam mengotomatiskan manajemen dan kontrol rumah dari jarak jauh, kapan saja, di mana saja. Tentunya pengaturan tersebut dilakukan melalui koneksi internet menggunakan perangkat mobile (smartphone) sebagai media/remote control.
Oleh karena itu, sistem rumah pintar menghubungkan semua perangkat di rumah, memungkinkan penghuni untuk mengontrol berbagai fungsi di rumah dari jarak jauh seperti kontrol akses keamanan, suhu ruangan, penerangan, menyalakan AC, mematikan TV, dan bahkan home theater dari luar rumah yang dilengkapi sistem smart home tidak berbeda dengan rumah tradisional.
Karena integrasi teknologi IoT dan rumah pintar, apa yang disebut rumah pintar IoT muncul. Teknologinya adalah rumah dengan sistem kendali suara dengan teknologi terintegrasi yang bekerja sama untuk memberikan pengalaman rumah yang lebih efisien. Ketika teknologi rumah pintar terus maju dan keterjangkauannya yang meningkat, ini menunjukkan bahwa Internet of Things akan terus membentuk kehidupan kita selama bertahun-tahun yang akan datang.
Menariknya, ada juga orang yang telah membangun fitur mood light ke dalam sistem rumah pintar mereka. Fitur ini mengubah warna lampu di dalam ruangan dan bisa diatur lebih terang atau lebih gelap sesuai kebutuhan penghuninya. Berbagai kemudahan tersebut tentunya membuat keberadaan sistem smart home memberikan tingkat kenyamanan yang mumpuni. Bahkan jika penghuninya keluar rumah, mereka tidak perlu khawatir karena mereka dapat mengontrol sistem keamanan kapan saja.
Cara Smart Home System Bekerja
Perangkat smart home system terhubung satu sama lain dan dapat diakses melalui satu titik pusat yaitu smartphone, tablet, laptop, atau konsol game. Kunci pintu, televisi, termostat, CCTV, kamera, lampu, dan bahkan peralatan seperti kulkas dapat dikontrol melalui satu sistem otomatisasi rumah yaitu smart home system.
Smart home sytem diinstal pada perangkat seluler atau perangkat jaringan lainnya. Pengguna dapat membuat jadwal waktu agar perubahan tertentu diterapkan, sehingga smart home system lebih up to date. Smart home system dilengkapi dengan artificial intelligence sehingga mereka dapat mempelajari jadwal pemilik rumah dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.Salah satunya yang banyak diterapkan pemilik smart home system adalah dengan kontrol pencahayaan yang memungkinkan pemilik rumah mengurangi penggunaan listrik dan mendapat manfaat dari penghematan biaya terkait energi.
Setelah terhubung, layanan seperti bel pintu, sistem keamanan, dan peralatan smart home system lainnya akan menjadi bagian dari teknologi internet of things (IoT) atau jaringan objek fisik yang dapat mengumpulkan dan berbagi informasi elektronik.
Smart home system secara nirkabel lebih mudah dipasang. Memasang sistem otomatisasi rumah nirkabel dengan fitur-fitur seperti pencahayaan cerdas, kontrol iklim, dan keamanan dapat menghabiskan biaya yang tidak terlalu besar sehingga smart home system memang banyak direkomendasikan. Di sisi lain, smart home syatem dianggap lebih andal dan biasanya lebih sulit untuk diretas. Sistem bawaan dapat meningkatkan nilai jual kembali rumah.
Kelebihan dan Kekurangan Smart Home
Kelebihan Smart Home:
1. Aksesibilitas
Smart home dapat menawarkan solusi hebat bagi penyandang disabilitas atau lansia karena dapat dilengkapi dengan fitur aksesibilitas seperti sistem perintah suara yang dapat mengunci pintu luar, kontrol lampu, dan bahkan mengoperasikan komputer.
2. Kenyamanan
Smart home tidak diragukan lagi menjadikan rumah lebih nyaman daripada rumah konvensional pada umumnya. Semua sistem dapat diotomatisasi dan diintegrasikan untuk memenuhi kebutuhan tertentu, misalnya menyalakan ac dari luar rumah, menyalakan lampu rumah menggunakan smartphone dan banyak lainnya.
3. Penghematan Biaya
Penggunaan sistem smart home memungkinkan pemilik rumah bisa mendapat keuntungan dari penghematan biaya yang signifikan. Pasalnya peralatan dan elektronik dapat digunakan dengan lebih efisien, sehingga berimbas pada penurunan biaya listrik. Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan smart home system, sehingga tak ada lagi ungkapan lupa mematikan AC atau lampu saat penghuni sudah meninggalkan rumah.
4. Keselamatan
Smart home memiliki sistem keamanan rumah canggih dilengkapi dengan kamera, sensor gerak dan fitur canggih lainnya yang dapat dipantau dari jarak jauh oleh pemilik rumah
Kekurangan Smart Home:
1. Keamanan
Meski sistem smart home mampu menghemat biaya listrik, namun ternyata masih ada kekurangan dalam pengaplikasiannya. Di mana risiko keamanan dan bug acapkali mengganggu penggunanya. Apalagi saat ini makin banyak hacker alias peretas yang mahir, sehingga memungkinkan mereka memperoleh akses ke peralatan rumah pintar yang didukung internet.
2. Biaya Pemasangan
Kekurangan smart home lainnya adalah biaya pemasangan yang relatif mahal. Bisa mencapai puluhan juta untuk sistem nirkabel dan belasan juta untuk sistem kabel. Ditambah lagi, kemampuan dan kondisi listrik di Indonesia yang sering tidak stabil. Pasalnya jika jaringan listrik mati, diharapkan penghuni memiliki back-up dan safety system agar tidak terjebak di dalam rumah atau merusak sistem keamanan. Karena jika kejadian ini menimpa rumah, maka akan sangat membahayakan penghuni rumah yang sedang tidur atau bepergian.
3. Ketergantungan pada Koneksi Internet
Jika internet rumah down atau error, sebagian besar sistem dan perangkat pintar akan memiliki sejenis cadangan yang memungkinkan mereka tetap bekerja.
sumber:
https://www.rumah.com/panduan-properti/smart-home-37050
https://www.rumah.com/berita-properti/2015/12/112343/gunakan-smart-home-kenali-dulu-fitur-fiturnya
https://www.orami.co.id/magazine/smart-home-system/
Komentar
Posting Komentar